“Home Fun”
Bismillahirrahmaanirrahiim…
Semoga Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang memberikan keberkahan dan keridhoanNya kepada kita semua, pada seluruh aktifitas yang kita jalani. Dan semoga Allah yang Maha Kaya memberikan kita keberlimpahan harta fisik serta jiwa agar kita semakin giat dan gemar memberi manfaat kepada orang banyak.
Artikel ini ditulis dalam rangka kesungguhan saya mengikuti sekolah bisnis terdahsyat dipenghujung tahun ini, yaitu MMB (Madrasah Mujahid Bisnis) gelombang I. Sekolah ini dibina oleh guru besar bisnis, pelatih bisnis, ustadz, dan sekaligus merangkap sebagai kyai, beliau adalah kang Rendy Saputra, Pemilik kerajaan bisnis Saputra Empire (smoga rahmat Allah slalu tercurah untuk beliau).
Dipertemuan pertama kami ditugaskan untuk membuat “Home Fun” berupa analisis diri mengenai rumus untuk berubah dalam kehidupan kearah yang lebih produktif, perubahan diri yang mendasar, dan berkelanjutan. Rumus ini adalah:
Dissatisfaction + StrongWhy + Visioner > Resistance
Dissatisfaction. Ketidakpuasan dalam kehidupan saya ya kang? Kalau dijalanin aja sih kang, gapake jujur-jujur amat sama diri sendiri ya rasanya cukup-cukup aja ini hidup; saya udah cukup bersyukur dengan apa rezeki yang Allah berikan, setiap hari bisa makan sampe 3 kali, bisa tidur nyaman dan nyenyak, pakaian semua lengkap, punya sahabat baik yang positif dan bisa saling mengingatkan dalam kebaikan serta kesabaran, punya keluarga yang rukun dan membahagiakan. Itu semua CUKUP. *saya rasa setiap orang juga merasakan paragraf bagian ini kang*
Tapi apakah kita harus puasss dengan hidup yang CUKUP saja? Harus menerima keCUKUPan itu padahal diri mampu mencapai hal yang lebih BESAR dan HEBATT?
Saya coba lagi tanya ke hati yang paling dalam kang dan menemukan jawaban, mendadak diri ini jadi gelisah, tanyanya juga harus bener-bener+sungguh-sungguh baru bisa keluar jawaban. Saya merasa tidak puas kang dengan kapasitas diri saya saat ini yang belum mampu memaksimalkan seluruh potensi dan kemampuan saya, entah apa sebabnya. Saya tidak puas dengan diri ini karna tidak memiliki mentor, tentunya mentor bisnis, hidup saya jadi kurang terarah, saya butuh pelatih kang. Saya tidak puas dengan uang penghasilan saya sendiri, ya karna memang seorang mahasiswa yang juga seorang lelaki panggilan a.k.a trainer rezekinya bukan kita yang mengatur, tergantung jobnya aja (kuadran kiri), dan itupun belum tentu rutin. Beda dengan bisnis yang memang jika kita perjuangkan hasilnya pun akan semakin besar. Jadi pertama mengenai keuangan, saya belum sepenuhnya mandiri dengan keuangan. Padahal kalo dibanding dengan orang lain yang seumuran seharusnya dengan usia saya saat ini sudah bisa hidup mandiri dan berlimpah, contoh saja pebisnis dan motivator termuda se-Asia Bong Chandra, usia 24tahun sudah hidup berkelimpahan.
Paragraf selanjutnya tentang keluarga, sebagai anak pertama seharusnya saya bisa jadi tolak punggung keluarga, setidaknya buat senang abie-umie dan adik-adik. Gimana caranya? Untuk senang secara jiwa saya rasa saya sudah mampu memberikannya kang, saya mampu membuat suasana keluarga menjadi momen-momen yang hangat serta membahagiakan saat kami sedang berkumpul bersama. Tapi, apa cukup keluarga diberi cinta? Cukupkah keinginan orang tua yang belum tersampaikan (renovasi rumah, mobil, bahkan handphpne) saya bayarkan dengan senyum? Cukupkah keinginan adik saya, biaya kuliah adik, juga biaya sekolah saya bayar dengan kasih sayang? Oo oo ternyata tidak cukup saudara-saudara, bahkan sulit, sungguh-sungguh sulit. Saya tidak puas dengan kondisi fisik rumah saya, dan saya ingin membantu orang tua untuk merenovasi rumah agar semakin luas dan ada ruangan untuk majlis ta’lim agar abie bisa mengajar ratusan muridnya dirumah, dan agar abie bisa mengamalkan banyak ilmunya kepada orang-orang sekitar. *nah kalo cowok bisa ngerasain kegelisahan paragraf yang ini baru namanya, LAKI!!*
Saya belum puas kang setiap beli barang yang dilihat pertama-tama adalah harganya, saya belum puas kang sedekah ke orang lain masih itung-itungan, saya belum puas kang adek minta sesuatu (minta sepeda fixie, minta hape OS Android *minta aja terus dek, kan jadi doa :p* ) namun belum bisa saya kasih. Saya ga puas kang mau makan masih pilih-pilih cari yang murah, ga bebas. Saya ga puas kang gabisa jalan-jalan keliling pulau di Indonesia, apalagi mau keluar negeri. Saya ga puas kang kalo mau ngadain acara-acara dakwah-islami kekurangan duit, susyah nyari duitnya. Saya ga puas kang mau kemana-mana motor saya ganti-ganti terus alias pinjam sana-sini -.-. saya ga puas kang sekarang masi ngejomblo, mau taaruf dan nikah sama “a-isyah” tapi belum mantap dan yakin sama “ma-isyahnya” hadeehh-hadeehh. *udah ah kang, ke engga puasan saya yang terakhir yang paling mecut saya saat ini ^^v*
Strong Why. Kenapa saya mau berbisnis? Kenapa saya harus bertahan?
Untuk membuktikan bahwa cuti kuliah yang saya korbankan demi kerja dan bisnis dahulu membuahkan hasil, percuma kalau mengorbankan kuliah namun kapasitas diri saya sama saja dibandingkan mahasiswa yang lulus kuliah tanpa cuti. Saya ingin hidup berkelimpahan dan tidak mengemis atau meminta pada orang lain. Jumlah pengusaha di Indonesia amatlah sedikit dan saya ingin menggerakkan perekonomian di Indonesia melalui usaha dan bisnis. Saya melihat lulusan s1 yang lama berproses meniti karier sampai karier yang tinggi, sedangkan para pengusaha percepatan penghasilan dan kepribadiannya berkembang secara eksponensial. Artinya jika kita bisa lebih cepat untuk apa bergerak dengan lambat? Karena hanya dengan berbisnis saya bisa lebih banyak memberdayakan orang lain dan sebaik baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Melalui dua pertemuan Madrasah Mujahid Bisnis ini saya merasakan energi yang luar biasa, Kyainya memiliki powerful energi yang bisa mengembalikan passion saya dan semangat saya. Dan saya pun yakin pesertanya pun adalah orang-orang yang terpilih dan yang hebat semua ada di sini. Izzah saya sebagai seorang laki-laki yang memiliki harga diri dan tidak ingin direndahkan harus bisa direalisasikan melalui MMB ini.
Bahwasanya energi tinggi atau rendah itu ditentukan dari seberapa positif pikiran dan ruhiyah kita, cara menjaganya adalah sibukkan hari-hari kita dengan hal-hal yang bermanfaat. Karena hidup miskin itu dekat dengan kekufuran, yang nikmat adalah hidup punya banyak waktu dan tidak tergantung pada orang lain, lebih leluasa dan bisa menikmati hidup dibandingkan kerja harian yang sudah ditentukan waktunya. Komunitas dan lingkungan kita berpengaruh kepada diri kita, melalui MMB (Madrasah Mujahid Bisnis) saya memiliki lingkungan yang positif dan selalu semangat juga berbuah tindakan nyata dan karya-karya yang bermanfaat untuk banyak orang.
Visi, saya berharap memiliki investasi berupa perkebunan teh karna udara pegunungan suatu hal yang menyenangkan bagi saya, saya ingin memiliki grup binaan bisnis ratusan orang dan tersebar ke seluruh Indonesia itulah sebabnya dari sekarang saya harus terus mengembangkan kapasitas diri dengan metode buku, diskusi, pertemuan, dan action agar energi diri terus berkembang dan tersalurkan. Saya ingin memiliki sekolah training pengembangan diri dan organisasi untuk pemberdayaan organisasi yang produktif dan menyejahterakan.
Menjadi pelatih bisnis nomor satu di jatinangor dan menguasai setengah lebih komoditi bisnis disana, ataupun grup bisnis di jatinangor seperti yang dilakukan oleh Aagym disekitar tempat tinggalnya. Saya ingin menduplikasikan sistem bisnis yang berbasis islam dan bebas riba. Saya juga berharap membangun perusahaan keluarga yang bisa diwariskan turun-temurun. (Ya Rabb, kabulkan.. ) *ngerasa tinggi banget nih kang mimpi saya, mohon dibantu ya kyai :D *
Menyantuni 99 orang anak yatim, menyekolahkan mereka, dan juga membiayai hidup mereka. Saya berharap memiliki komplek perumahan keluarga yang isinya seluruhnya adalah keluarga besar saya. Saya ingin berjalan-jalan keluar negeri semau yang saya suka dan kapan pun yang saya kehendaki. Saya ingin memiliki investasi 50 ruko di beberapa daerah di jawa. Saya ingin memiliki 5 mobil yang bisa saya pinjamkan untuk kebutuhan halaqoh, riyadhoh dan kebutuhan dakwah lainnya. Saya ingin memiliki rumah yang luas agar bisa menampung seluruh tamu yang datang silaturahim kerumah saya.
Visinya masih ngacak kemana weh, mohon bantuannya kyai agar kerja saya lebih fokus dan terarah. Visi terdekatnya membuat grup bisnis dulu kang biar membesarkan semangat bisnis saudara-saudara seperjuangan saya di Jatinangor. Sekian.
Semoga Artikel ini memberikan sentuhan kegelisahan bagi kita semua, bahwasanya potensi diri kita sangatlah besar dan menjadi sia-sia jika kita habiskan waktu kita hanya untuk kesenangan pribadi saja. Mari berkarya, mari memberi manfaat bagi sesama. Barakallah all..
*Salam*

