Text

“Home Fun”

Bismillahirrahmaanirrahiim…

Semoga Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang memberikan keberkahan dan keridhoanNya kepada kita semua, pada seluruh aktifitas yang kita jalani. Dan semoga Allah yang Maha Kaya memberikan kita keberlimpahan harta fisik serta jiwa agar kita semakin giat dan gemar memberi manfaat kepada orang banyak.

Artikel ini ditulis dalam rangka kesungguhan saya mengikuti sekolah bisnis terdahsyat dipenghujung tahun ini, yaitu MMB (Madrasah Mujahid Bisnis) gelombang I. Sekolah ini dibina oleh guru besar bisnis, pelatih bisnis, ustadz, dan sekaligus merangkap sebagai kyai, beliau adalah kang Rendy Saputra, Pemilik kerajaan bisnis Saputra Empire (smoga  rahmat Allah slalu tercurah untuk beliau).

Dipertemuan pertama kami ditugaskan untuk membuat “Home Fun” berupa analisis diri mengenai rumus untuk berubah dalam kehidupan kearah yang lebih produktif, perubahan diri yang mendasar, dan berkelanjutan. Rumus ini adalah:

Dissatisfaction + StrongWhy + Visioner >  Resistance

Dissatisfaction. Ketidakpuasan dalam kehidupan saya ya kang? Kalau dijalanin aja sih kang, gapake jujur-jujur amat sama diri sendiri ya rasanya cukup-cukup aja ini hidup; saya udah cukup bersyukur dengan apa rezeki yang Allah berikan, setiap hari bisa makan sampe 3 kali, bisa tidur nyaman dan nyenyak, pakaian semua lengkap, punya sahabat baik yang positif dan bisa saling mengingatkan dalam kebaikan serta kesabaran, punya keluarga yang rukun dan membahagiakan. Itu semua CUKUP. *saya rasa setiap orang juga merasakan paragraf bagian ini kang*

Tapi apakah kita harus puasss dengan hidup yang CUKUP saja? Harus menerima keCUKUPan itu padahal diri mampu mencapai hal yang lebih BESAR dan HEBATT?

Saya coba lagi tanya ke hati yang paling dalam kang dan menemukan jawaban, mendadak diri ini jadi gelisah, tanyanya juga harus bener-bener+sungguh-sungguh baru bisa keluar jawaban. Saya merasa tidak puas kang dengan kapasitas diri saya saat ini yang belum mampu memaksimalkan seluruh potensi dan kemampuan saya, entah apa sebabnya. Saya tidak puas dengan diri ini karna tidak memiliki mentor, tentunya mentor bisnis, hidup saya jadi kurang terarah, saya butuh pelatih kang. Saya tidak puas dengan uang penghasilan saya sendiri, ya karna memang seorang mahasiswa yang juga seorang lelaki panggilan a.k.a trainer rezekinya bukan kita yang mengatur, tergantung jobnya aja (kuadran kiri), dan itupun belum tentu rutin. Beda dengan bisnis yang memang jika kita perjuangkan hasilnya pun akan semakin besar. Jadi pertama mengenai keuangan, saya belum sepenuhnya mandiri dengan keuangan. Padahal kalo dibanding dengan orang lain yang seumuran seharusnya dengan usia saya saat ini sudah bisa hidup mandiri dan berlimpah, contoh saja pebisnis dan motivator termuda se-Asia Bong Chandra, usia 24tahun sudah hidup berkelimpahan.

Paragraf selanjutnya tentang keluarga, sebagai anak pertama seharusnya saya bisa jadi tolak punggung keluarga, setidaknya buat senang abie-umie dan adik-adik. Gimana caranya? Untuk senang secara jiwa saya rasa saya sudah mampu memberikannya kang, saya mampu membuat suasana keluarga menjadi momen-momen yang hangat serta membahagiakan saat kami sedang berkumpul bersama. Tapi, apa cukup keluarga diberi cinta? Cukupkah keinginan orang tua yang belum tersampaikan (renovasi rumah, mobil, bahkan handphpne) saya bayarkan dengan senyum? Cukupkah keinginan adik saya, biaya kuliah adik, juga biaya sekolah saya bayar dengan kasih sayang? Oo oo ternyata tidak cukup saudara-saudara, bahkan sulit, sungguh-sungguh sulit. Saya tidak puas dengan kondisi fisik rumah saya, dan saya ingin membantu orang tua untuk merenovasi rumah agar semakin luas dan ada ruangan untuk majlis ta’lim agar abie bisa mengajar ratusan muridnya dirumah, dan agar abie bisa mengamalkan banyak ilmunya kepada orang-orang sekitar. *nah kalo cowok bisa ngerasain kegelisahan paragraf yang ini baru namanya, LAKI!!*

Saya belum puas kang setiap beli barang yang dilihat pertama-tama adalah harganya, saya belum puas kang sedekah ke orang lain masih itung-itungan, saya belum puas kang adek minta sesuatu (minta sepeda fixie, minta hape OS Android *minta aja terus dek, kan jadi doa :p* ) namun belum bisa saya kasih. Saya ga puas kang mau makan masih pilih-pilih cari yang murah, ga bebas. Saya ga puas kang gabisa jalan-jalan keliling pulau di Indonesia, apalagi mau keluar negeri. Saya ga puas kang kalo mau ngadain acara-acara dakwah-islami kekurangan duit, susyah nyari duitnya. Saya ga puas kang mau kemana-mana motor saya ganti-ganti terus alias pinjam sana-sini -.-. saya ga puas kang sekarang masi ngejomblo, mau taaruf dan nikah sama “a-isyah” tapi belum mantap dan yakin sama “ma-isyahnya” hadeehh-hadeehh. *udah ah kang, ke engga puasan saya yang terakhir yang paling mecut saya saat ini ^^v*

Strong Why. Kenapa saya mau berbisnis? Kenapa saya harus bertahan?

Untuk membuktikan bahwa cuti kuliah yang saya korbankan demi kerja dan bisnis dahulu membuahkan hasil, percuma kalau mengorbankan kuliah namun kapasitas diri saya sama saja dibandingkan mahasiswa yang lulus kuliah tanpa cuti. Saya ingin hidup berkelimpahan dan tidak mengemis atau meminta pada orang lain. Jumlah pengusaha di Indonesia amatlah sedikit dan saya ingin menggerakkan perekonomian di Indonesia melalui usaha dan bisnis. Saya melihat lulusan s1 yang lama berproses meniti karier sampai karier yang tinggi, sedangkan para pengusaha percepatan penghasilan dan kepribadiannya berkembang secara eksponensial. Artinya jika kita bisa lebih cepat untuk apa bergerak dengan lambat? Karena hanya dengan berbisnis saya bisa lebih banyak memberdayakan orang lain dan sebaik baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Melalui dua pertemuan Madrasah Mujahid Bisnis ini saya merasakan energi yang luar biasa, Kyainya memiliki powerful energi yang bisa mengembalikan passion saya dan semangat saya. Dan saya pun yakin pesertanya pun adalah orang-orang yang terpilih dan yang hebat semua ada di sini. Izzah saya sebagai seorang laki-laki yang memiliki harga diri dan tidak ingin direndahkan harus bisa direalisasikan melalui MMB ini.

Bahwasanya energi tinggi atau rendah itu ditentukan dari seberapa positif pikiran dan ruhiyah kita, cara menjaganya adalah sibukkan hari-hari kita dengan hal-hal yang bermanfaat. Karena hidup miskin itu dekat dengan kekufuran, yang nikmat adalah hidup punya banyak waktu dan tidak tergantung pada orang lain, lebih leluasa dan bisa menikmati hidup dibandingkan kerja harian yang sudah ditentukan waktunya. Komunitas dan lingkungan kita berpengaruh kepada diri kita, melalui MMB (Madrasah Mujahid Bisnis) saya memiliki lingkungan yang positif dan selalu semangat juga berbuah tindakan nyata dan karya-karya yang bermanfaat untuk banyak orang.

Visi, saya berharap memiliki investasi berupa perkebunan teh karna udara pegunungan suatu hal yang menyenangkan bagi saya, saya ingin memiliki grup binaan bisnis ratusan orang dan tersebar ke seluruh Indonesia itulah sebabnya dari sekarang saya harus terus mengembangkan kapasitas diri dengan metode buku, diskusi, pertemuan, dan action agar energi diri terus berkembang dan tersalurkan. Saya ingin memiliki sekolah training pengembangan diri dan organisasi untuk pemberdayaan organisasi yang produktif dan menyejahterakan.

Menjadi pelatih bisnis nomor satu di jatinangor dan menguasai setengah lebih komoditi bisnis disana, ataupun grup bisnis di jatinangor seperti yang dilakukan oleh Aagym disekitar tempat tinggalnya. Saya ingin menduplikasikan sistem bisnis yang berbasis islam dan bebas riba. Saya juga berharap membangun perusahaan keluarga yang bisa diwariskan turun-temurun. (Ya Rabb, kabulkan.. ) *ngerasa tinggi banget nih kang mimpi saya, mohon dibantu ya kyai :D *

Menyantuni 99 orang anak yatim, menyekolahkan mereka, dan juga membiayai hidup mereka. Saya berharap memiliki komplek perumahan keluarga yang isinya seluruhnya adalah keluarga besar saya. Saya ingin berjalan-jalan keluar negeri semau yang saya suka dan kapan pun yang saya kehendaki. Saya ingin memiliki investasi 50 ruko di beberapa daerah di jawa. Saya ingin memiliki 5 mobil yang bisa saya pinjamkan untuk kebutuhan halaqoh, riyadhoh dan kebutuhan dakwah lainnya. Saya ingin memiliki rumah yang luas agar bisa menampung seluruh tamu yang datang silaturahim kerumah saya.

Visinya masih ngacak kemana weh, mohon bantuannya kyai agar kerja saya lebih fokus dan terarah. Visi terdekatnya membuat grup bisnis dulu kang biar membesarkan semangat bisnis saudara-saudara seperjuangan saya di Jatinangor. Sekian.

Semoga Artikel ini memberikan sentuhan kegelisahan bagi kita semua, bahwasanya potensi diri kita sangatlah besar dan menjadi sia-sia jika kita habiskan waktu kita hanya untuk kesenangan pribadi saja. Mari berkarya, mari memberi manfaat bagi sesama. Barakallah all..

*Salam*

Text

ibu dan dia

satu nama dengan akhiran sayang di phone book hp: ibu. dan ku berharap segera ada sayang yang lain :)

Tags: mymind
Text

jadi mentor itu …. :)

Training for Tutor, persembahan FKDF UNPAD

 @Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran

Jatinangor

2 Oktober 2010

 

sesi pertama oleh: Satria Hadi Lubis (trainer, motivator, penulis)

Apa sih yang menjadi kendala ketika seseorang menjadi tutor atau mentor?

Masing-masing peserta diminta menjawab diselembar kertas oleh trainer, kemudian trainer membacakan sebagian dari kertas jawaban peserta tersebut secara bersama-sama.

sebagian peserta menjawab tantangan untuk menjadi tutor diantaranya adalah:

1.  Saya masih kurang ilmu tentang agama, saya takut tidak melakukan apa yang sudah saya katakan, dan saya masih melakukan banyak dosa, apakah saya pantas mengajarkan orang lain tentang kebaikan atau berdakwah sedangkan saya sendiri masih memiliki kekurangan?

2.  Saya takut tidak ikhlas dalam memberikan ilmu.

3.  Saya malas dan kurang berkomitmen.

lalu, bagaimana solusinya?

Untuk solusi pertama, sang trainer menjawab, pahamilah bahwa kalau kita terus menunggu sampai segala sesuatunya sempurna, kalau kita terus menunggu sampai menjadi orang yang “benar”, kalau kita terus menunggu sampai mendapatkan hidayah, kalau kita terus menunggu sampai mendapat panggilan. Lalu kapan kita akan melakukannya? Kapan kita bisa dikatakan siap? Dan siapakah yang bisa menjamin kalau memang umur kita masih panjang saat kita menunda untuk berbuat kebaikan? Maka sekaranglah saatnya untuk menjadi tutor.

Sang trainer juga mencontohkan tentang seorang wanita yang beralasan belum mendapatkan panggilan/hidayah, atau belum siap sehingga ia menunda untuk menutup hijabnya (berjilbab), alasan ini juga bisa dijawab dengan jawaban yang sama saat kita membuat alasan untuk enggan menjadi tutor.

Selain itu juga, ingatlah, bahwa ketika kita memberikan semangat yang tulus kepada orang lain, ketika kita memberi kabar tentang hal-hal yang baik (berdakwah) disitulah saat kita menyemangati diri sendiri, maka Rasulullah menganjurkan kepada kita, saat dalam kondisi futur (malas beribadah) maka yang hendaknya kita lakukan adalah mengingatkan orang lain untuk beribadah lebih giat lagi agar nasihat itu bisa kembali kepada diri kita, dan kita dianjurkan untuk silaturahim kerumah sahabat agar bisa saling menasihati dalam kebaikan, kesabaran, dan keimanan.

Kemudian, untuk solusi yang kedua dan ketiga, apa yang baiknya kita lakukan saat kita takut tidak ikhlas atau saat kita ragu apa yang kita lakukan sudah ikhlas atau belum? sang ustad yang merangkap sebagai trainer hanya menjawab dengan kata: paksakanlah agar ikhlas, sesuai dengan surat At Taubah ayat 41 yang artinya:

“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.”

*******

 

Secara garis besar jika dilihat dari teknisnya, untuk menjadi seorang mentor ada 3 hal yang harus kita pahami, yaitu 3K: kemampuan, kesempatan, dan kemauan.

Kemampuan misalkan tentang kapasitas keilmuan kita mengenai agama

Kesempatan misalkan mengenai waktu yang kita miliki untuk mengisi mentor

Kemauan misalkan dorongan rasa malas, blum mood atau belum mendapat hidayah dll

Sadarilah 3k ini dan perbaikilah secara bertahap dan perlahan

 

Di materi kedua dalam acara ini dibahas tentang bagaimana mengajar dengan hipnosis atau sering disebut dengan hypnoteaching, namun pada kesempatan kali ini blum bisa saya tuliskan mengenai materi yang disampaikan.

Tags: mymind
Quote
"You see but you do not observe"

Sherlock Holmes to Dr. Watson in “A Scandal of Bohemia”

Ga lagi-lagi deh nunda-nunda ngerjain tugas Psikodiagnostika II: Observasi. Lieur.

(via onyeandina)

Tags: mymind
Text

yang menerima kehadiran orang lain dan mau memaafkannya maka ia lebih bahagia (versi ikhlas interpersonal skill)

ikhlas itu diawali oleh kata menerima hingga akhirnya bahagia. galau, sedih, dan gelisah diawali dengan penolakan terhadap kehadiran orang lain. baik hadir secara nyata atau hanya hadir didalam pikiran kita.

pernahkah Anda gagal membina hubungan? pernahkah Anda dibenci seseorang? atau pernahkah ada seseorang yang kesal dengan kita?
orang yang sedang kesal, enggan memaafkan, sensitif adalah seorang yang menghabiskan banyak energi karena menolak energi yang kita berikan. ia menolak energi maka otomatis jiwanya pun akan tetap kecil dan cenderung sempit.  sedangkan orang yang bahagia adalah orang yang menerima energi orang lain, memiliki banyak energi, dan selalu bahagia serta ceria biasanya. orang yang sedang ceria atau punya cukup energi ia akan sangat ramah dan menjadi toleran terhadap orang lain, ia juga tidak mudah marah, jika ada orang yang menyakiti dirinya ia hanya tersenyum karena ia tahu bahwa harga dirinya hanya “diinjak” sedikit, orang yang punya uang satu juta tidak akan sedih hanya karena kehilangan uang 5ribu.

namun sebaliknya, orang yang gemar menolak dan orang yang energi atau harga dirinya sedang rendah maka ia akan menjadi sangat sensitif, sindiran kecil akan bisa membuatnya menjadi sangat marah, ya, karena dalam dirinya banyak penolakan dan pengingkaran, uang yang ia punya hanyalah 10ribu dan ia kehilangan uang (karena sindiran, hinaan, perendahan, dsb) 5ribu maka ia akan menjadi sangat marah.

saya pernah mengalami dan merasakan bagaimana pahitnya ditolak puluhan orang, atau mungkin bahkan ratusan orang melalui bisnis yang pernah saya jalani, maka kini saya sedikit lebih memahami bahwa penolakan adalah hal yang menyakitkan, maka saya berpikir berkali-kali untuk tidak lagi menolak orang lain yang masuk kedalam diri dan kehidupan saya, otomatis saya bisa dengan lebih mudah untuk menyukai setiap orang yang baru saya temui karena saya menerima setiap kondisi seseorang itu, mudah memaafkan, dan mudah menerima orang lain.

orang yang membenci artinya ia menolak diri kita.
kalau terus takut dan membatasi diri untuk menerima orang lain masuk dalam kehidupan kita, maka sayap tak akan terbuka lebar. padahal: ketakutan, ketergantungan, takut kehilangan, merasa kurang, dan tidak mampu adalah penjara terbesar potensi diri.

dan ingat diawal tadi, orang yang banyak menolak akan membuat sayapnya sulit untuk terbuka lebar, karena beban “benci” yang ia bawa, sedangkan orang yang menerima yaitu orang yang tolerir dan mau memaafkan maka akan ringan dan mudah untuk diangakat, sehingga ia akan lebih mudah untuk terbang. semakin tinggi terbang, semakin bahagia menjalani kehidupan. berjiwa besar, berlapang dada..

salam peace, love, and yaul :)

Tags: mymind
Text

nyante dulu dong

ini udah lama isi pikiran kaga dikeluarin lewat tulisan, efeknya apa ya? yaudah lah kita tulisin seadanya dulu tentang ilmu-ilmu yang didapet biar ga ilang gitu aja.

pagi ini kita belajar tentang NLP aja dah, tepatnya the map is not the territorry, apaan tuh? kamsudnya realitas internal itu berbeda dengan eksternal. makin bingung? gini, hal ini erat kaitannya sama kalimat yang sering kita denger bahwa fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. ko bisa, ya bisa coba perhatiin dialog ini baik-baik.

bunga: heh joko, lo udah tau blom si kalo inem kemaren marah-marah sama lo gara-gara lo kagak ikutan ngerjain tugas kelompok.

joko: ah yang bener lo, kan lo pada tau sendiri gw sibuk bgt nih sama bisnis yang baru gw bangun, dan kita kan udah buat kesepakatan bagi-bagi tugas *joko ngebayangin inem marah-marah sambil ketus, sambil judes, sambil masang muka betenya

bunga: iya si emang udah buat kesepakatan, tapi tetep aja tuh inem kagak suka ama lo.

joko: (mulai mikir segala kekurangan dirinya gara-gara dibilang ga disukain satu orang kesannya ga disukain semua orang)

*******

dari sini cukup contohnya, perhatiin deh saat bunga bilang ke joko kalo inem ga suka sama joko, joko langsung mikir macem-macem kan tuh didalem pikirannya dan pengalamannya ketika mendengar kata-kata “kagak suka”, nah itu yang disebut realitas internal beda sama eksternal. maksudnya, kan belum tentu yang dimaksud inem kagak suka sama dengan apa yang dimaksud joko kagak suka. kalo jokonya cerdas dan ga gampang juga ngejudge harusnya joko nanya

“kagak suka yang lo maksud itu persisnya gimana bunga?”

dan joko juga bisa nanya pertanyaan yang sama ke inem.

nah, biasanya komunikasi kurang efektif yang pada akhirnya bisa menimbulkan fitnah terjadi karena diawali oleh asumsi-asumsi yang dilandasi ego diri, nafsu jahat hingga akhirnya lupa untuk tenang dan sekadar berpikir untuk menanyakan kembali dan mengkonfirmasi. maka, mari kita budayakan cek dan ricek ;)

Text

huss huss

Ya, aku mengakui kamu memang mengetahui semua cerita tentangnya, ia bercerita padamu dan kamu mendengarkan, ia mau berbagi semua kepadamu. Namun tahukah kamu apa yang benar-benar ia rasakan? tahukah kamu bagaimana persisnya ia mengalami hal itu dan merasakan setiap detik kejadian persisnya? Jika kamu belum bisa menjawab pertanyaan ini, maka izinkanlah dirimu menjadi pengamat terlebih dahulu, karena ini bukan tentangmu, ini tentang aku dan dia.

Tags: mymind
Text

mari memaafkan

kutipan status facebook guru saya Pa Asep Haerul Gani:

Ibu D, pendengar berusia 49 tahun, saat usia 9 tahun ia merasa dilecehkan oleh seseorang yang dulu tinggal bersama keluarganya. Hingga kini ia tidak menikah akibat kecewa dengan perilaku laki-laki. Ia sempat melampiaskan kekecewaannya kepada ornag tersebut dan juga pasangan orang tersebut, namun tetap ia merasa sesak. Saya hanya mampu mengatakan , “Ibu , rasa sesak di dada pertanda ibu belum memaafkan”.

akan muncul pertanyaan, bagaimana cara memaafkan total sperti hal ini? Kadang kita merasa sudah memaafkan namun kenyataannya begitu teringat masih tersisa sejumput kesal atau merasa sebagai korban..

Jawaban dari Pa Asep: Cukup dengan keinginan Anda memutuskan untuk SADAR bahwa peristiwa itu terjadi pada diri Anda (Sebagai Muslim tentunya salah satu Iman adalah kepada Hal “baik” dan hal “buruk” datangnya dari Allah jua), MENERIMA bahwa peristiwa itu ada dan menerima bahwa ada perasaan kesal pada diri Anda, MEMBOLEHKAN perasaan tersebut perlahan pergi dari diri Anda.

Ibu S, pendengar yang juga mengaku mengalami pelecehan seksual masa kecil oleh pamannya menyatakan bahwa ia tetap masih mengingat sang paman meski sang paman sudah meninggal dunia. Saat saya tanya “apakah perasaan Ibu saat mengingat kembali peristiwa itu?” Jawabnya “biasa saja, plong”. Inilah contoh bahwa MEMAAFKAN tidak sama dengan MELUPAKAN. Perlu keberanian untuk memprovokasi diri seperti ini. (Asep Haerul Gani)

*dan tentunya, sebelum memaafkan orang lain, maafkanlah diri kita terlebih dahulu, diri inilah yang paling dekat dengan kita, yang paling mengetahui apa kesalahan-kesalahan yang telah diperbuatnya, maka maafkanlah.

Quote
"Sekeras apapun kesusahan yang menerpamu, tersenyum saja, sejahat apapun orang menikammu, tersenyum saja, karena emosi dan ekspresinya itu bekerja dua arah, bisa jadi ketika kau bahagia kau tersenyum, bisa pula ketika tersenyum kau bisa merasa bahagia."

—  Muhammad Akhyar

Tags: mymind
Quote
"Saat seseorang berbuat salah padamu, bencilah ia kalau kau mau, setelahnya rasakan; jikalau hatimu bahagia teruskan, jika tidak hentikan, karena sesungguhnya hati pada dasarnya bersih suci dan kebencian hanya akan mengotorinya yang membuatmu tidak bahagia."

— Muhammad Akhyar

Quote
"Cukup banyak kesempatan saat kita tidak perlu mengubah seseorang. Kita hanya perlu memanfaatkan keunikannya."

— Teddi Prasetya Yuliawan

Photo
nininaninino:

simplynorule:

ainilicious9:
(via josephinetansara)
Quote
"Hal buruk yang harus segera kita tanggalkan dari diri kita adalah menilai seseorang dengan ingatan kita tentangnya, karena ingatan selalu saja dipengaruhi oleh emosi kita pada saat itu dan tidak pernah utuh, mulailah menilai per-perilaku yang lebih spesifik"

— Muhammad Akhyar

Tags: mymind
Text

tentang mengganti

Untuk mengembalikan keselarasan di dalam diri saat energi negatif (baca: bete or badmood) melanda, Anda harus belajar menghilangkan energi negatif dan mengganti tempat yang sedang dihuni oleh pikiran Anda. Anda dapat memilih apa yang dipikirkan, yang akan memengaruhi bagaimana perasaan Anda. Jika sebuah pikiran yang tidak diinginkan timbul secara spontan, Anda dapat membebaskan diri dari pikiran itu dengan cara menggantinya dengan sebuah pikiran lain yang anda pilih. Pikiran hanya dapat memikirkan satu pikiran yang lengkap setiap kalinya. Setelah beberapa saat Anda akan menjadi terbiasa dalam mengantikan pikiran negatif yang tidak Anda ingnkan dengan pikiran positif yang diinginkan.

Jadi syukur adalah tentang bagaimana membiasakannya, dan semakin banyak bersyukur atau melihat dan merasakan suatu tantangan hidup dari sisi positifnya, maka akan semakin bahagia dan sejahtera hidup. :)

*terimakasih teruntuk shafa yoghurt yang memberi inspirasi terciptaya notes ini..

Quote
"Seberapa besarpun tangisanmu ketika berdoa, jika menurut Allah itu tidak baik bagimu, maka tidak akan diberi. Percayalah, semua sudah diatur. Dan bersyukurlah temaan :)"

(via saniyshabrina) (via bimobersin) (via azzahraiva)

iya juga ya?

(via nidaalhaqq)

Tags: mymind